Dublin Core
Title
Representasi keris dalam kebudayaan jawa pada novel sang keris karya panji sukma (kajian semiotika Roland Barthes)
Description
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi keris dalam novel Sang Keris karya Panji Sukma setelah diketahui makna denotasi dan makna konotasinya. Untuk memenuhi tujuan penelitian ini, maka dalam penelitian ini menggunakan teori semiotika Roland Barthes yang memiliki peta konsep
pertandaan untuk menguraikan penanda dan petanda dari tanda keris yang ada dalam novel Sang Keris karya Panji Sukma dan konsep signifikasi Roland Barthes untuk penjelasan mengenai makna denotasi dan konotasi dari tanda keris yang ada dalam novel Sang Keris karya Panji Sukma, serta menggunakan teori representasi Stuart Hall untuk memperjelas representasi yang dihasilkan dari masing-masing tanda keris yang telah ditemukan.
pertandaan untuk menguraikan penanda dan petanda dari tanda keris yang ada dalam novel Sang Keris karya Panji Sukma dan konsep signifikasi Roland Barthes untuk penjelasan mengenai makna denotasi dan konotasi dari tanda keris yang ada dalam novel Sang Keris karya Panji Sukma, serta menggunakan teori representasi Stuart Hall untuk memperjelas representasi yang dihasilkan dari masing-masing tanda keris yang telah ditemukan.
Creator
Ahmad Nur Maulidi & Ririe Rengganis
Source
https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-sapala/article/view/53925
Publisher
Jurnal Sapala
Date
2023
Identifier
nfdbf
Text Item Type Metadata
Text
Salah satu hal yang memiliki banyak representasi adalah hasil karya seni masyarakat, yang termasuk ke dalam kebudayaan Jawa, yaitu keris. Benda yang terbuat dari tempaan benda logam tersebut diyakini memiliki kekuatan magis yang dapat membuat si pemilik memiliki keistimewaaan tersendiri sesuai dengan keris yang dimilikinya. Penggunaan keris sebelumnya mulai eksis digunakan sebelum masa kerajaan dengan tujuan untuk menjadi senjata ketika berperang. Keris juga diyakini pertama kali diciptakan dan dikenalkan kepada dunia oleh masyarakat Jawa, sehingga banyak masyarakat yang menganggap bahwa keris akhirnya menjadi salah satu bagian budaya masyarakat Jawa yang bersifat hasil karya seni.
