Dublin Core
Title
Problematika pengelolaan muzium keris nusantara: sebuah gagasan mengenai arah pengembangan muzium
Description
Penambahan jumlah museum adalah sebuah kemajuan yang perlu
diapresiasi bagi kita semua karena membuktikan tingginya semangat dan kesadaran akan pentingnya edukasi publik yang bernuansa rekreasi bagi masyarakat. Namun demikian, peningkatan kuantitas museum tentunya juga perlu diimbangi dengan asesmen terhadap kualitas museum-museum yang telah ada. Sering kali sebuah permasalahan dalam tata kelola ini luput dari perhatian pihak internal museum, sehingga pentingnya evaluasi dan asesmen dari pihak eksternal, baik tim penilai swasta maupun pengunjung dan akademisi perlu lebih diperhatikan agar dapat dijadikan salah satu acuan
dalam mengembangkan dan terus meningkatkan kualitas museum.
diapresiasi bagi kita semua karena membuktikan tingginya semangat dan kesadaran akan pentingnya edukasi publik yang bernuansa rekreasi bagi masyarakat. Namun demikian, peningkatan kuantitas museum tentunya juga perlu diimbangi dengan asesmen terhadap kualitas museum-museum yang telah ada. Sering kali sebuah permasalahan dalam tata kelola ini luput dari perhatian pihak internal museum, sehingga pentingnya evaluasi dan asesmen dari pihak eksternal, baik tim penilai swasta maupun pengunjung dan akademisi perlu lebih diperhatikan agar dapat dijadikan salah satu acuan
dalam mengembangkan dan terus meningkatkan kualitas museum.
Creator
Rindy Gita Wahyuni
Source
https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-sapala/article/view/53925
Publisher
Program Studi Magister Ilmu Arkeologi
Date
2022
Identifier
nfdbf
Text Item Type Metadata
Text
Konsep museum pertama kali hadir dan berkembang di wilayah Barat. Oleh karena itu, museum dikatakan sebagai produk dari modernitas budaya Barat (European) yang kemudian secara global diadopsi oleh bangsa-bangsa lain di seluruh dunia (Pearce, 1992: 1, Walsh, 1992: 7 – 38). Walsh (1992: 31) mengatakan bahwa fondasi museum modern pada dasarnya adalah bagian dari munculnya ideide modern tentang keteraturan dan kemajuan, dan pengalaman terkait ruang dan waktu, dengan akarnya terletak pada industrialisasi dan urbanisasi. Ide-ide mengenai museum yang modern ini telah muncul sejak abad ke-15 M pada masa renaisans, yaitu dapat dilihat pada Palazzo Medici di Roma, yang kemudian disebut sebagai museum pertama di dunia dengan konsep modern museum (Günay, 2012: 1253). Kemudian, konsep tentang museum ini tersebar dengan cepat ke seluruh penjuru dunia dibawa oleh bangsa Barat pada masa kolonialisasi hingga sampai ke bangsa Timur (Asian), yang akhirnya banyak museum yang mulai muncul di wilayah Timur.
Permasalahan dan tantangan yang muncul dalam pengelolaan museum adalah hal yang wajar khususnya pada museum yang masih berada pada fase awal pertumbuhan, di mana sangat diperlukan kontrol untuk menjaga arah perkembangan yang baik. Pada laman resmi Direktorat Pelindungan Kebudayaan terdapat satu tulisan berjudul Permasalahan dan Tantangan Pengembangan Museum yang menguraikan beberapa permasalahan dan tantangan tersebut.
Permasalahan dan tantangan yang muncul dalam pengelolaan museum adalah hal yang wajar khususnya pada museum yang masih berada pada fase awal pertumbuhan, di mana sangat diperlukan kontrol untuk menjaga arah perkembangan yang baik. Pada laman resmi Direktorat Pelindungan Kebudayaan terdapat satu tulisan berjudul Permasalahan dan Tantangan Pengembangan Museum yang menguraikan beberapa permasalahan dan tantangan tersebut.
