Identifikasi pengrajin keris dan produk-produknya; menuju sertifikasi profesional di Kabupaten Sumenep

Dublin Core

Title

Identifikasi pengrajin keris dan produk-produknya; menuju sertifikasi profesional di Kabupaten Sumenep

Description

Artikel ini menjabarkan bagaimana program riset dan pengembangan identifikasi pengrajin keris dan produk-produknya di Kabupaten Sumenep akan mendukung terwujudnya sertifikasi pengrajin keris dan produk-produk pendukungnya secara profesional sehingga menjamin eksistensi Sumenep sebagai Kota Keris dunia untuk industri pariwisata Indonesia. Metode penggalian data yang dilakukan dalam penelitian deskriptif ini adalah wawancara, FGD dan dokumentasi. Dari situ, diperoleh gambaran bahwa Kabupaten Sumenep sudah seharusnya memikirkan bagaimana memberikan perlindungan kepada konsumen dan produsen agar dapat memperoleh atau menghasilkan produk keris dan perlengkapannya yang bermutu dan sesuai standar. Untuk menuju hal tersebut, identifikasi keris danproduk-produk pelengkapnya perlu dilakukan sebagai langkah dasar menujupengembangan sertifikasi pengrajin di kabupaten Sumenep. Identifikasi tersebut berkisar pada jenis keris, bentuk dan produk pendukung keris, industri keris yang tumbuh di Kabupaten Sumenep dan langkah tekninon teknis untuk meningkatkan sekaligus mempertahankan Keris secara produksi untuk industri dan kesenian keris.

Creator

Adam Damanhuri
Darni
Eko Rahayu Wahyuni
Sugeng Adipitoyo
Arif Sudrajat
Mamik TriWedawati

Source

http://scholar.googleusercontent.com/scholar?q=cache:7ejCZAwpyEMJ:scholar.google.com/+artikel+berkaitan+keris&hl=en&as_sdt=0,5&as_vis=1

Publisher

Jurnal Pembangunan Sumenep

Date

2 Jun 2022

Identifier

nfdbf

Text Item Type Metadata

Text

Pembuatan keris di Sumenep tidak hanya asal membuat, tetapi disesuaikan dengan pesanan para kolektor. Industri ini terkonsentrasi di Desa AengTongtong dan Desa Palongan Kecamatan Bluto. Ada sebanyak 347tenaga kerja yang memproduksi keris ini. Pangsa pasar yang tersedia adalah”ban berjalan,” yakni kolaborasi beberapa keahlian dari warga tiga desadi Sumenep. Disain pamor dan bentuk digarap perajin yang berada diKecamatan Saronggi dan Kecamatan Bluto. Pekerjaan selanjutnya kemudian diserahkan kepada pandai besi diKecamatan Lenteng, sampai akhirnya berupa kondhokan atau bahan keris siapdibentuk. Pandai besi umumnya mendapat bahan baku besi dari Surabaya, termasuk memanfaatkan besi bekas. Proses pembuatan warangka lebih banyak dilakukan oleh pengrajin di kecamatan Bluto. Sedangkan peralatan yang digunakan sudah memakai peralatan modern, misalnya menajamkan sisi keris digunakan apilas.